Malang – LAZIS Al Haromain menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) LAZIS Al Haromain XV berlangsung di PP Urwatul Wutsqo, Ngantang, Malang pada Senin (25/12/2024) hingga Selasa (26/12/2024). Dengan tema “Literasi Zakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Kebaikan Berkelanjutan”.

Acara ini dihadiri oleh 80 peserta yang merupakan Amil Zakat dari LAZIS Al Haromain. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan aplikasi zakat dengan berbekal kearifan lokal, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam program-program kebaikan berkelanjutan.

Pengasuh PP Urwatul Wutsqo dan Kepala Departemen Kema’hadan Persyada Al Haromain, Ustadz Mashur Farohi, memberikan sambutan hangat dan motivasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya  kolaborasi antara lembaga zakat dan masyarakat serta para Da’i dan Pondok Pesantren untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Ia juga mengungkapkan, LAZIS Al Haromain telah banyak membantu para Da’i Tugas Persyada Al Haromain di medan dakwah masing-masing. Ustadz Mashur berharap, melalui Muskernas ini, para peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman baru yang bermanfaat untuk pengembangan program zakat di daerah masing-masing.

Dalam acara tersebut, Dewan Pengawas Syariah, Prof. Nizarul Alim, memberikan paparan mengenai pentingnya literasi zakat dan bagaimana hal tersebut dapat diintegrasikan dengan kearifan lokal. Beliau menekankan bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan alat untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan kesejahteraan. Selain itu, Ketua Yayasan Persyadha, Prof. Suharjupri, turut berbagi pandangannya mengenai strategi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan berkelanjutan.

Acara ini tidak hanya menjadi pemaparan program kerja pimpinan dan cabang, tetapi juga ajang diskusi serta pertukaran ide langkah strategis LAZIS Al Haromain setahun kedepan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan literasi zakat berbasis kearifan lokal dapat menjadi pilar penting dalam upaya mencapai kebaikan berkelanjutan di masyarakat. (Noven)

Bagikan Berita: